HAKIKAT
SEBUAH PENANTIAN
Ku melihat ke seluruh arah
Di timur aku melihat matahari terbit
Di barat aku melihat sinaran sang
surya senja memerah
Di utara ku melihat gunung berdiri
tegak dengan gagahnya
Di selatan aku melihat lautan seakan
tak bertepi
Di atas aku melihat awan bertaburan
Di bawah aku melihat bumi yang
selalu aku injak menapak
Aku
mengikuti matahari terbit dalam pencarian
Engkau
sinaran surya senja dalam penantian
Engkau
gunung berdiri tegak tetap tegar dalam cobaan
Engkau
lautan tak bertepi dalam kelapangan
Engkau
awan bertaburan melindungi diriku dari terik matahari
Engkau
bumiku yang ku pijak dalam perjanjian
Bagiku kau pintu yang selalu terbuka
Tenang dan tegak dalam penantian
Hingga aku terlupa
Bahwa kau pintu yang tak mungkin ku
masuki
Kau
yang begitu kasih dalam kalbu
Kau
yang begitu sayang dalam rasa
Kau
yang begitu lembut dalam sentuhan
Kau
yang begitu indah dalam jiwa
Kau
yang begitu mulia dan tak putus dalam asa
Namun aku terlupa dan tak pernah aku
duga
Diammu matahari terik menguningkan
kehijauan
Diammu senja yang menghaturkan
perpisahan
Diammu gunung merebak menebar
kemerahan amarah
Diammu lautan berbadai menggelegar seluruh
alam
Diammu awan berkabut kelam pekat
membanjiri dengan kegagalan
Diammu bumi kering memanaskan
tumbuhan
Kini…
Tiada
lagi untukku
Matahari
pagi nan indah
Senja
memerah dengan bayangnya yang begitu cantik
Gunung
megah hijau subur
Lautan
damai kebiruan penenang hati
Awan
pelindung terik
Dan
bumu pijakan arah melangkah
No comments:
Post a Comment