Tuesday, 10 June 2014

puisi HAKIKAT SEBUAH PENANTIAN



HAKIKAT SEBUAH PENANTIAN

Ku melihat ke seluruh arah
Di timur aku melihat matahari terbit
Di barat aku melihat sinaran sang surya senja memerah
Di utara ku melihat gunung berdiri tegak dengan gagahnya
Di selatan aku melihat lautan seakan tak bertepi
Di atas aku melihat awan bertaburan
Di bawah aku melihat bumi yang selalu aku injak menapak
            Aku mengikuti matahari terbit dalam pencarian
            Engkau sinaran surya senja dalam penantian
            Engkau gunung berdiri tegak tetap tegar dalam cobaan
            Engkau lautan tak bertepi dalam kelapangan
            Engkau awan bertaburan melindungi diriku dari terik matahari
            Engkau bumiku yang ku pijak dalam perjanjian
Bagiku kau pintu yang selalu terbuka
Tenang dan tegak dalam penantian
Hingga aku terlupa
Bahwa kau pintu yang tak mungkin ku masuki
            Kau yang begitu kasih dalam kalbu
            Kau yang begitu sayang dalam rasa
            Kau yang begitu lembut dalam sentuhan
            Kau yang begitu indah dalam jiwa
            Kau yang begitu mulia dan tak putus dalam asa
Namun aku terlupa dan tak pernah aku duga
Diammu matahari terik menguningkan kehijauan
Diammu senja yang menghaturkan perpisahan
Diammu gunung merebak menebar kemerahan amarah
Diammu lautan berbadai menggelegar seluruh alam
Diammu awan berkabut kelam pekat membanjiri dengan kegagalan
Diammu bumi kering memanaskan tumbuhan
            Kini…
            Tiada lagi untukku
            Matahari pagi nan indah
            Senja memerah dengan bayangnya yang begitu cantik
            Gunung megah hijau subur
            Lautan damai kebiruan penenang hati
            Awan pelindung terik
            Dan bumu pijakan arah melangkah

No comments:

Post a Comment