Tuesday, 10 June 2014

puisi BAYANG-BAYANG MALAM



BAYANG-BAYANG MALAM

Di penghujung malam
Ketika bola mataku belum menampakkan cahyanya
Dalam sudut lelapku
Kau terlihat nan begitu indah
Senyummu membangunkanku dari mimpi
Bahagiamu menyadarkanku dari angan yang tak kunjung henti
Ragamu menjadikanku lautan tak bertepi
Jiwamu buatku melangkah tak berhenti
Tatapan cahaya matamu selalu abadi
Kan ku kenang dalam hidup
Karena kaulah mentari
Kaulah pencerah
Kaulah matahari
            Namun…
            Kini hanya kau hanyalah ikatan tak terurai
            Engkau telah menjadi Benang tak terikat
            Jurangmu telah menelanku dalam kegelapan angan
            Cahayamu telah membutakanku dari penglihatan
Karena cahayamu yang aku kira kan abadi
Kini hanya tinggal noktah impian
Bukannya aku mengemis simpati
Namun sesungguhnya kau menjadi harapku yang telah tiada
            Selamat tinggal
            Hanya itu yang bisa ku ucap dalam jiwaku yang telah merintih
            Tanpa aku ungkap di atas lisan ataupun ternoktah dalam suratan
            Semoga kau selalu abadi dalam jiwaku
Maaf telah mengenalkan diri
Bukan bermaksud aku menyakiti
Namun engkaulah yang memulai
Engkau hanya bayangan jiwa di bawah sinaran surya jiwa
Tak kan putus meski dalam gelap

No comments:

Post a Comment