BAYANG-BAYANG
MALAM
Di penghujung malam
Ketika bola mataku belum menampakkan
cahyanya
Dalam sudut lelapku
Kau terlihat nan begitu indah
Senyummu
membangunkanku dari mimpi
Bahagiamu
menyadarkanku dari angan yang tak kunjung henti
Ragamu
menjadikanku lautan tak bertepi
Jiwamu buatku
melangkah tak berhenti
Tatapan cahaya matamu selalu abadi
Kan ku kenang dalam hidup
Karena kaulah mentari
Kaulah pencerah
Kaulah matahari
Namun…
Kini
hanya kau hanyalah ikatan tak terurai
Engkau
telah menjadi Benang tak terikat
Jurangmu
telah menelanku dalam kegelapan angan
Cahayamu
telah membutakanku dari penglihatan
Karena cahayamu yang aku kira kan
abadi
Kini hanya tinggal noktah impian
Bukannya aku mengemis simpati
Namun sesungguhnya kau menjadi
harapku yang telah tiada
Selamat
tinggal
Hanya
itu yang bisa ku ucap dalam jiwaku yang telah merintih
Tanpa
aku ungkap di atas lisan ataupun ternoktah dalam suratan
Semoga
kau selalu abadi dalam jiwaku
Maaf telah mengenalkan diri
Bukan bermaksud aku menyakiti
Namun engkaulah yang memulai
Engkau hanya
bayangan jiwa di bawah sinaran surya jiwa
Tak kan putus
meski dalam gelap
No comments:
Post a Comment